Minggu, 30 November 2014

Tugas Interaksi Manusia Dan Komputer (IMK)

 1.Waterfall


Pengertian Metode Waterfall


Pengembangan Software Metode Waterfall
Model pengembangan software yang diperkenalkan oleh Winston Royce pada tahun 70-an ini merupakan model klasik yang sederhana dengan aliran sistem yang linier —  keluaran dari tahap sebelumnya merupakan masukan untuk tahap berikutnya. Pengembangan dengan model ini adalah hasil adaptasi dari pengembangan perangkat keras, karena pada waktu itu belum terdapat metodologi pengembangan perangkat lunak yang lain. Proses pengembangan yang sangat terstruktur ini membuat potensi kerugian akibat kesalahan pada proses sebelumnya sangat besar dan acap kali mahal karena membengkaknya biaya pengembangan ulang.
Metode Waterfall adalah suatu proses pengembangan perangkat lunak berurutan, di mana kemajuan dipandang sebagai terus mengalir ke bawah (seperti air terjun) melewati fase-fase perencanaan, pemodelan, implementasi (konstruksi), dan pengujian. Berikut adalah gambar pengembangan perangkat lunak berurutan/ linear (Pressman, Roger S. 2001):
Tahapan Metode Waterfall
Dalam pengembangannya metode waterfall memiliki beberapa tahapan yang runtut: requirement, design, implementation, verification dan maintenance. Tahap requirement atau spesifikasi kebutuhan sistem adalah analisa kebutuhan sistem yang dibuat dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh klien dan staf pengembang. Dalam tahap ini klien atau pengguna menjelaskan segala kendala dan tujuan serta mendefinisikan apa yang diinginkan dari sistem. Setelah dokumen spesifikasi disetujui maka dokumen tersebut menjadi kontrak kerja antara klien dan pihak pengembang.
Tahap selanjutnya adalah desain, dalam tahap ini pengembang akan menghasilkan sebuah arsitektur sistem secara keseluruhan, dalam tahap ini menentukan alur perangkat lunak hingga pada tahap algoritma yang detil. Selanjutnya tahap implementasi, yaitu tahapan dimana keseluruhan desain diubah menjadi kode-kode program. kode program yang dihasilkan masih berupa modul-modul yang selanjutnya akan di integrasikan menjadi sistem yang lengkap untuk meyakinkan bahwa persyaratan perangkat lunak telah dipenuhi. Tahap selanjutnya adalah verifikasi oleh klien, klien menguji apakah sistem tersebut telah sesuai dengan kontrak yang telah disetujui. Tahap akhir adalah pemeliharaan yang termasuk diantaranya instalasi dan proses perbaikan sistem sesuai kontrak.
Manfaat Metode Waterfall
Keunggulan model pendekatan pengembangan software dengan metode waterfall adalah pencerminan kepraktisan rekayasa, yang membuat kualitas software tetap terjaga karena pengembangannya yang terstruktur dan terawasi. Disisi lain model ini merupakan jenis model yang bersifat dokumen lengkap, sehingga proses pemeliharaan dapat dilakukan dengan mudah. Akan tetapi dikarenakan dokumentasi yang lengkap dan sangat teknis, membuat pihak klien sulit membaca dokumen yang berujung pada sulitnya komunikasi antar pengembang dan klien. Dokumentasi kode program yang lengkap juga secara tak langsung menghapus ketergantungan pengembang terhadap pemrogram yang keluar dari tim pengembang. Hal ini sangat menguntungkan bagi pihak pengembang dikarenakan proses pengembangan perangkat lunak tetap dapat dilanjutkan tanpa bergantung pada pemrogram tertentu.
Kelemahan Metode Waterfall
Kelemahan pengembangan software dengan metode waterfall yang utama adalah lambatnya proses pengembangan perangkat lunak. Dikarenakan prosesnya yang satu persatu dan tidak bisa diloncat-loncat menjadikan model klasik ini sangat memakan waktu dalam pengembangannya. Disisi lain, pihak klien tidak dapat mencoba sistem sebelum sistem benar-benar selesai pembuatannya. Kelemahan yang lain adalah kinerja personil yang tidak optimal dan efisien karena terdapat proses menunggu suatu tahapan selesai terlebih dahulu.
Secara keseluruhan model pendekatan pengembangan software dengan metode waterfall cocok untuk pengembangan software / perangkat lunak dengan tingkat resiko yang kecil, dan memiliki ukuran yang kecil serta waktu pengembangan yang cukup panjang. Model ini tidak disarankan untuk ukuran perangkat lunak yang besar dan tingkat resiko yang besar.


2. V-Model


Dalam proses model Waterfall dasar melihat beberapa kelemahan atau keterbatasan dalam model yang mulai model SDLC baru. Seperti yang kita lihat dalam model Waterfall isu-isu yang ditemukan di akhir SDLC, hal ini disebabkan pengujian yang terjadi pada tahap akhir dari SDLC Anda. Untuk mengatasi masalah ini V-Model yang datang ke dalam gambar. Itu selalu lebih baik untuk memperkenalkan pengujian dalam tahap awal SDLC, seperti dalam model ini kegiatan pengujian akan dimulai dari tahap awal SDLC.
Sebelum memulai pengujian yang sebenarnya, tim pengujian harus bekerja pada berbagai kegiatan seperti penyusunan Strategi Uji, Uji Perencanaan, Penciptaan kasus Uji & Test Scripts yang bekerja paralel dengan kegiatan pembangunan yang membantu untuk mendapatkan tes diserahkan tepat waktu.
Dalam Model Pengembangan Perangkat Lunak Siklus Hidup V, berdasarkan informasi yang sama (persyaratan spesifikasi dokumen) kegiatan pembangunan & pengujian dimulai. Berdasarkan dokumen persyaratan tim pengembang mulai bekerja pada desain & setelah selesai pada desain mulai implementasi aktual dan tim pengujian mulai bekerja pada perencanaan pengujian, menulis uji kasus, script pengujian. Kedua kegiatan bekerja sejajar satu sama lain. Dalam model Waterfall & V-model mereka cukup mirip satu sama lain. Karena itu adalah Uji Perangkat Lunak paling populer Hidup Model Siklus sehingga sebagian besar organisasi mengikuti model ini.
V-model juga disebut sebagai Verifikasi dan model Validasi. Kegiatan pengujian tampil dalam setiap fase dari fase Siklus Hidup Uji Perangkat Lunak. Di paruh pertama model kegiatan validasi pengujian terintegrasi dalam setiap fase seperti kebutuhan pengguna review, dokumen Sistem Desain & di babak berikutnya kegiatan pengujian Verifikasi datang dalam gambar.
Khas V-Model menunjukkan kegiatan Pengembangan Perangkat Lunak di sisi kiri dari model dan sisi kanan dari Fase Pengujian model yang sebenarnya dapat dilakukan.
Dalam proses ini “Do-Prosedur” akan diikuti oleh tim pengembang dan “Check-Prosedur” akan diikuti oleh tim pengujian untuk memenuhi persyaratan yang disebutkan.
Dalam siklus V-Model hidup pengembangan perangkat lunak langkah yang berbeda yang diikuti Namun di sini kita akan mengambil jenis yang paling umum dari V-model contoh. V-model biasanya terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut:
1. Unit Pengujian: Persiapan Kasus Uji Satuan
2. Integrasi Pengujian: Persiapan Uji Kasus Integrasi
3. Sistem Pengujian: Persiapan kasus uji Sistem
4. Penerimaan Pengujian: Persiapan Uji Kasus Penerimaan
V-model dikembangkan di Jerman untuk aplikasi pertahanan. Didalam V-model terdapat 3 kompomen  kerja yang pokok yakni Project Definition yakni mendefenisian project apa yang akan dibuat, Time yakni waktu yang dibutuhkan dalam pengimplementasiannya dan Project Test And Integration atau pengujian dan integrasi project tersebut.
Model ini berpusat pada user. Dimana pengulangan selalu dibutuhkan jika kebutuhan untuk user belum terpenuhi “ketidaktahuannya” tanpa harus memberikan software dengan lingkungan yang baru. Resiko pada setiap tahap dalam pengembangan dapat dikurangi dengan memahami kebutuhan user.
Didalam pendefenisian project terdapat aktivitas Concept Operation  (konsepsi project) yakni menentukan tujuan yang akan di capai dalam pembuatan project tersebut. Requirement and Architecture (persyaratan dan arsitektur) yakni harus dapat menjelaskan apa saja yang diinginkan dan diperlukan oleh user. Untuk itu diperlukan adanya psroses klarifikasi, perbaikan, penentuan kelengkapan, dan ruang lingkup. Sebagai masukannya dapat berupa dokumen persyaratan dan keluarannya adalah ketetapan persyaratan. Terdapat bermacam-macam persyaratan yang dapat dihasilkan :
·         Fungsional : menjelaskan tentang apa saja yang dapat dilakukan oleh system
·         Non fungsional : dapat berupa ukuran memori, jangka waktu respon.
·         Data : data apa saja yang perlu disimpan dan bagaimana penyimpanannya.
Detailed Design yakni memperincikan desain sebuah aplikasi yang akan dibuat.
Selanjutnya setelah Project tersebut telah ditetapkan maka Diimplementasikan lah atau di jalankan. Selanjutnya dalam tahap Project Test and Integration aplikasi/software yang telah dilakukan Integration test and Verification yang mana dalam tahap ini aplikasi yang telah diimplementasikan di lakukan verifikasi atau ditinjuau kegunaan nya apakah sesaui dengan kebutuhan user.
Selanjutnya Operation and Maintenance yakni melakukan perbaikan atas apa yg telah di verifikasi dan di sesuaikan dengan kebutuhan user. Dan pada akhirnya dalam model ini akan dilakukan proses Verivikasi  dan Validitas kepada user apakah sudah bekerja sesuai dengan yang diharapkan dan apakah rancangan sesuai dengan apa nyang diinginkan.

 3. Simple Interaction Design Model (Model Rancangan Interaksi Sederhana) 




gambar simple interaction design model
       Pada model rancangan interaksi sederhana ini input atau masukan hanya memiliki satu titik. yang mana masukan tersebut diidentifikasikan apakah sesuai engan kebutuhan, lalu didesain sesuia dengan persyaratan yang telah ditetap kan. Setelah di Desain rancangan tersebut dibangun dan harus interaktif. Setelah itu barulah racangan tersebut dievaluasi.
    Evaluasi dapat dilaukan dimana saja, rancangan yang telah di evakuasi dapat kambali didesain ulang atau apakah rancanagn tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan user, maka alur tersebut akan terus berbupar hingga pada tahap evaluasi tidak lagi terjadi kesalahan, baik dalam penetapan kebutuhan user maupun pendesainannya, sehingga pada tahap evaluasi terciptalah sebuah hasil akhir yang valid.
Star Life Cycle
Pada tahun 1989, Star siklus hidup model yangdiusulkan oleh Hartson dan Hix seperti yang ditunjukkan pada gambar:


Misalnya Dalam siklus permodelan ini, pengujian dilakukan terus menerus, tidak harus diakhir. dimulai dari menentukan kosep desain (conceptual design). Dalam proses ini akan langsung terjadi evaluasi untuk langsung ternilai apakah sudah sesuai dengan kebutuhan user, bila belum maka akan terus berulang di evaluasi hingga benar-benar pas.
        Setelah itu, apabila sudah pas, maka dari tahap evaluasi yang pertama akan lanjut ke proses yg selanjutnya, yakni requirements/specification yakni memverifikasikan persyaratan rancangan tersebut, dan pada tahap itu juga langsung terjadi pengevaluasian seperti tahap pertama.
Selanjutnya akan tetap sama, terjadi pada tahap-tahap selanjutnya yakni task analysis/fungsion analysis, pengimplementasian, prototyping hingga pada akhirnya terciptalah sebuah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan user.


4. Star Lifecycle Model (Hartson & Hix, 1989)

- Analisa
Identifikasi kemampuan user, strategi yang digunakan untuk meningkatkan ketrampilannya, alat yang saat ini dipakai, masalah-masalah yang dialami, perubahan yang diinginkan baik dalam ketrampilan maupun peralatan.
Metode : tanya kemampuan user dan buat daftar dengan skala prioritas, observasi ketrampilan di lapangan. 
- Evaluasi kompetisi
Tentukan kekuatan dan kelemahan rancangan
Metode : pengguna diminta untuk mencoba menggunakan berbagi produk dan minta untuk menyebutkan kelebihan dan kelemahan dari masing-masing produk. 
-Rancang sambil jalan
Gunakan hasil analisa untuk membuat alternatif solusi, minta masukan sampai dengan penentuan pilihan yang terbaik.
Metode : tanyai user sehubungan dengan pengalaman menggunakan prototipe.
- Evaluasi dan validasi
Secara periodik user memberikan masukan selama pengembangan dan perancangan akan diulang berdasarkan masukan tadi.
Metode : amati kebutuhan pokok user dalam menggunakan sistem.
- Benchmark
Memadukan hal-hal terbaik yang dimiliki pesaing untuk diterapkan dalam sistem yang dibangun Metode : menggali informasi dari user hal-hal yang sebaiknya ada dibandingkan dengan kompetitor, contoh : situs IBM.
 

Dalam Siklus permodelan ini pengujian dilakukan terus menerus, tidak harus dikahir. Misalnya dimulai dari menentukan kosep desain (conceptual design ) dalam proses ini akan langsung terjadi evaluasi untuk langsung ternilai apakah sudah sesuai dengan kebutuhan user, bila belum maka akan terus berulang di evaluasi hingga benar-benar pas, selanjutnya apabila sudah pas, maka dari tahap evaluasi yang pertama aka lanjut ke proses yg selanjutnya yakni requirements/specification yakni memverifikasikan persyaratan rancangan tersebut, dan pada tahap itu juga langsung terjadi pengevaluasian seperti tahap pertama, dan selanjutnya akan tetap sama terjadi pada tahapan-tahapan selanjutnya yakni task analysis/fungsion analysis, pengimplementasian, prototyping hingga pada akhirnya terciptalah sebuah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan user. Intinya pada rancangan model ini pengevaluasian dilakukan disetiap tahapan tidak hanya pada tahapan akhir seperti model-model rancangan yang lainnya.


Sumber 

http://www.etunas.com/web/pengembangan-software-dengan-metode-waterfall.htm

http://arismigisetiawan.blogspot.com/

http://tommysetiawan1994.wordpress.com/2013/01/22/star-life-cylce-model-hartson-hlx1989/

http://riosilvianto92.blogspot.com/2014/06/simple-interaction-design-model.html
http://erniwijayanti07.blogspot.com/2013/07/star-lifecycle-model-hartson-hix-1989.html
 

 

CURAHAN HATI SANG SARJANA YANG TIDAK KUNJUNG BEKERJA

Hai- Hai ,, kalau kata orang arab mah " Ta'aruf maka jadi kenal" hahaha . oke kenalin saya Maman suyatman. Gue anak ke 3 da...